Uang Bukan Simbol Kasih Sayang

 


Kok bisa saya menyebut uang bukan simbol kasih sayang? Biasanya kan simbol kasih sayang itu biasanya berupa coklat atau karangan bunga.

Jadi begini, saya ingin sedikit membahas fenomena yang terjadi di sekeliling saya dimana ada beberapa orang dengan predikat suami atau istri bahkan orang tua menganggap jika dengan adanya uang maka kasih sayang akan tercipta dalam suatu keluarga. Padahal tidak juga bahkan cenderung salah kaprah tentang ini.

Ada dua contoh kasus yaitu teman saya sendiri. Tidak perlu saya sebut namanya. Yang pertama sebut saja namanya Mr. U dimana memiliki istri dan seorang anak yang masih balita. Mereka berada dalam suatu hubungan Long Distance Marriage dimana Mr. U sebulan sekali pulang ke kota tempat istri dan anak berdomisili.

Mr. U sering mengeluh pada saya bahwa uang gajinya selalu habis karena harus bolak balik ke kota istrinya. Saya sarankan agar mereka bertiga segera berkumpul saja, selain menekan biaya operasional rumah tangga sehari-hari, juga agar kehangatan dalam keluarga tetap terjaga. Karena sepengetahuan saya, rumah tangga Mr. U dan istrinya kerap diwarnai pertengkaran.

Berbicara mengenai uang, Mr. U mengeluh juga karena gaji yang diserahkan ke istrinya selalu habis sebelum pertengahan bulan. Saya tidak tahu kebenaran hal ini. Namun jika mendengar cerita Mr. U, istrinya hanya senang apabila mendapat transferan uang darinya. Sedih ya! Hanya dianggap ketika ada uang. 

Mr. U sendiri tidak tahu kemana saja uang itu digunakan. Padahal menurutnya, jumlah uang yang diberikan kepada sang istri lebih dari cukup. Karena tak ingin ribut, Mr, U tak pernah mau membahas dengan istrinya namun ya dia cukup pontang panting juga dalam mencari-cari pinjaman uang ketika butuh sekali.

Ah entahlah, saya harus memberi nasihat yang bagaimana lagi. Semua nasihan akan percuma jika tidak dipraktekkan. Semua tergantung pada individu masing-masing.

Lalu ada Nyonya Z yang kadang mengeluhkan karakter ibu mertuanya yang selalu membahas masalah uang di depannya. Sebagai menantu tentu Nyonya Z risih donk ya kalau mertua terlalu membahas mengenai uang, apalagi Nyonya Z dan suami tidak pernah lupa akan kewajiban pada Ibu kandung suami. Namun sepertinya tetap masih kurang juga materi yang diberikan kepada sang mertua.

Terakhir kasus yang menimpa teman saya juga, sebut saja Mr. Z dimana memiliki istri yang sama dengan Mr. U. Bedanya istri Mr. Z bekerja tidak seperti istri Mr. U. Namun dalam kasus ini, istri Mr. Z selalu merasa kurang dengan gaji yang diterima oleh suaminya dan mengaku gajinya pribadi sebagai seorang istri habis untuk kebutuhan bulanan, entah kebutuhan apa saja.

Sedihnya di kasus Mr. Z adalah istrinya terkadang semena-mena dikarenakan memiliki penghasilan sendiri. Suaminya yang berpenghasilan jauh dibawahnya seolah-olah tidak berarti apa-apa. Mungkin disini seorang perempuan akan diuji kesabarannya sebagai seorang istri.

Tak Selamanya Uang Mendatangkan Kebahagiaan

Apa sih uang itu ? Uang adalah suatu alat pembayaran yang sah. Dengan uang kita bisa membeli barang-barang yang kita inginkan dan juga butuhkan. 

Dalam hubungan pertemanan dan keluarga, uang bukan simbol kasih sayang. Namun dalam keluarga, uang bisa menjadi simbol pertanggung jawaban laki-laki sebagai suami kepada istrinya. 

Dalam hubungan pertemanan, uang dapat menjadi simbol kebersamaan dan solidaritas ketika digunakan untuk berdonasi kepada sahabat yang sedang kesusahan. 

Tetapi janganlah menghamba pada uang. Tidak selamanya uang bisa membuat kita bahagia. Karena uang jugalah bisa menimbulkan perpecahan diantara anggota keluarga, uang bisa menimbulkan retaknya persahataban dan berbagai macam kesedihan lain.

Ada pepatah "Ada uang Abang disayang, tak ada uang Abang ditendang". Bukan seperti ini kasih sayang yang diinginkan dalam suatu hubungan. 

Kasih sayang yang sesungguhnya datang dari hati nurani terdalam tanpa embel-embel apapun. Saya sendiri serring mendengar cerita dari Ibu dan almarhum Bapak ketika masih di bangku SMU bagaimana mereka berdua berjuang dari nol ketika baru menikah. Bersama-sama saling bahu membahu membangun bahtera rumah tangga. Tak ada yang namanya uang suami dan uang istri karena memang keduanya berjuangan benar-benar dari nol jauh dari keluarga tercinta.

Itulah makna kasih sayang yang sesungguhnya bagi saya.

Yuk, mulai sekarang jika ada seseorang yang hanya mencurahkan kasih sayang pada seseorang karena materi segera tinggalkan.
Mariatanjungmenulis
Mariatanjungmenulis Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

Posting Komentar untuk "Uang Bukan Simbol Kasih Sayang"