Investasi Aman di Asuransi Syariah: Untuk Hari Tua yang Lebih Tenang

Asuransi Syariah

Pandemi menyisakan berbagai kenangan untuk saya secara pribadi. Walau mungkin saat ini bisa dikatakan pandemi masih ada namun tidak separah beberapa bulan lalu, namun tetap saja masih membekas di hati saya. Lho kok bisa? 

Jadi ceritanya tahun 2020 lalu ketika awal terjadi pandemi, suami saya terkena dampak dirumahkan akibat sepinya jasa transportasi tempat dia bekerja. Lebih tepatnya suami saya dirumahkan bulan Juni 2020 dan dari situlah mulai kami sedikit goyah dalam mengatur keuangan rumah tangga.

Walau saya masih bekerja namun memang ibarat kaki yang ada dua, apabila satu tidak berfungsi maka tentu akan terjadi kepincangan. Saya pun agak kaget ketika mengatur keuangan rumah tangga sementara beberapa bulan suami tidak berpenghasilan. 

Pentingnya ikut asuransi

Dari kejadian tersebut saya berpikir, jika usia kami masih produktif saja sudah kalang kabut mengatur keuangan rumah tangga lalu bagaimana ketika harus mempersiapkan masa pensiun? Tentu menjadi PR bagi kami apalagi biaya hidup dari tahun ke tahun akan semakin meningkat bukan sebaliknya.

Mau investasi tapi kok takut gagal. Lalu bagaimana saya harus memulai untuk berdisiplin dalam mengatur rumah tangga sementara saya tidak mengetahui dasar ilmunya. Sampai akhirnya saya merasa bersyukur sekali diberi kesempatan mengikuti Blogger Gathering yang diselenggarakan oleh Komunitas Emak Blogger (KEB) berkolaborasi dengan Asuransi Prudential. 

Tema yang diusung dalam Blogger Gathering kali ini adalah Membangun Keluarga yang Tangguh Secara Finansial Melalui Asuransi. Saya merasa sangat beruntung sekali bisa ikut berpartisipasi dalam gathering kali ini dikarenakan masih minimnya saya dalam mendapatkan literasi mengenai asuransi.

Dalam acara Blogger Gathering tersebut dihadiri oleh para pemateri yaitu Bapak Bondan Margono yang menjabat Head of Sharia Strategic Development Prudential Indonesia, Ibu Aliyah Natasya sebagai Financial Advisor serta Mbak Lidya Fitrian seorang mom blogger yang memiliki pengalaman berharga ketika memiliki asuransi.

Dalam acara webinar kali ini, kami para peserta berkesempatan bertemu secara virtual oleh Bapak Luskito Hambali yang menjabat sebagai Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia. Walaupun Pak Luskito Hambali tidak lama dalam memberikan pernyataan singkat dalam Blogger Gathering tersebut, namun yang beliau sampaikan sangat mengenai di pikiran saya.

Pak Luskito Hambali mengatakan bahwa tingkat literasi finansial perempuan di Indonesia masih sangat rendah. Padahal dapat dikatakan perempuan sebagai seorang istri adalah menteri keuangan di rumah yang mengatur segala pengeluaran yang terjadi. Bagaimana jadinya jika tingkat literasi finansial seorang istri sekaligus ibu rendah? 

Sementara banyak insight yang saya dapatkan setelah menerima materi dari Bapak Bondan Margono dimana beliau pula yang menjelaskan bagaimana skema asuransi syariah ini bekerja.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Prudential hanya sebanyak 7 persen orang Indonesia yang memiliki asuransi sementara masih 58 persen orang yang berminat untuk mendaftarkan diri di asuransi syariah. Wah, apa jangan-jangan saya termasuk ke dalam 93 persen yang belum ikut asuransi nih.

Pak Bondan menjabarkan beberapa sikap individu ketika menerima risiko dalam kehidupan diantaranya:
  1. Menghindari risiko
  2. Meminimalisasi risiko
  3. Berbagi risiko
  4. Mengalihkan risiko
  5. Menerima risiko
Kalau Anda pilih nomor berapa? Saya sih sebisa mungkin tidak punya risiko dalam hidup ya Bun, namun yang namanya orang hidup pasti ada risiko donk. Ya sudah, nomor 5 saja deh yaitu menerima risiko dalam hidup ini. Eits tapi walau kita menerima segala risiko hidup, jangan lupa untuk tetap meminimalisasinya.

Lalu bagaimana donk cara meminimalisasi risiko dalam hidup ini? Bagi saya pribadi, jika kita sudah telanjur mengalami risiko hidup, selain dihadapi dengan kebesaran jiwa maka tentu harus ada ikhtiar juga. Pasrah boleh, pasif jangan. 

Dari pemaparan Pak Bondan dapat saya simpulkan bahwa asuransi merupakan usaha dalam rangka meminimalkan risiko hidup hampir semua orang. Dan disinilah perlunya literasi finansial perlu dimiliki oleh semua orang berkaitan dengan asuransi tersebut.

Saya pribadi merasa terjebak dalam mitos-mitos keuangan seperti yang disampaikan oleh Mbak Aliyah Natasya sebagai berikut:
  • Berinvestasi ketika uang sudah terkumpul banyak dan mencapai hal-hal tertentu
Dulu saya berpikir akan berinvestasi jika gaji bulanan telah mencapai sekian rupiah. Nyatanya bahkan ketika gaji cenderung besar sekalipun tak membuat hati tergerak untuk berinvestasi. Justru hati saya tergerak melakukan investasi manakala badai pandemi menerpa kehidupan rumah tangga.
  • Penghasilan besar maupun posisi aman di suatu perusahaan bukan jaminan ketahanan finansial
Ketika saya yakin bidang kerja suami saya tidak bakal terkena dampak pandemi karena merupakan bidang transportasi yang sangat vital, ternyata Tuhan berkata lain. Nyatanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tahun 2020 sempat menghentikan sejumlah penerbangan di beberapa bandara yang ada di Indonesia. Akibatnya pekerjaan suami pun sempat terkena imbasnya. 
  • Mengelola keuangan pribadi adalah hal yang sulit
Sebenarnya tidak sulit mengelola keuangan kita sendiri asal ada niat dan tentu saja kedisiplinan. Saya merasakan betul dampak pandemi tahun 2020 lalu membuat saya lebih disiplin mengelola keuangan dan hasilnya nyata sekali bagi kami berdua.

Dari pemaparan Mbak Aliyah ini secara tidak langsung mencerahkan wawasan saya bahwa tak perlu menunggu punya banyak uang untuk mengikuti asuransi. Tentu saja tidak berharap untuk terjadi sesuatu hal buruk pada diri kita namun apa salahnya antisipasi dengan memiliki asuransi agar seluruh anggota keluarga pun terlindungi.

Namun ketika seseorang mantap ingin mengikuti program asuransi maka tak seharusnya gegabah. Ada banyak faktor yang menjadi pertimbangkan sesuai apa yang disampaikan juga oleh Mbak Aliyah. Pertimbangan tersebut antara lain:
  • Mengetahui budget atau dana yang kita miliki
Jangan karena tergiur dengan segala fasilitas yang akan diberikan asuransi tersebut lalu kita tidak mempersiapkan dana atas premi yang akan dibayar setiap bulannya. Sebagai contoh bagi kalian seorang pekerja freelance dimana penghasilan setiap bulan tidak menentu. Tentu saja seorang freelancer harus berhitung terlebih dahulu berapa dana yang mampu dia sisihkan setiap bulan untuk mengikuti program asuransi.
  • Mengetahui kebutuhan kita atas asuransi tersebut
Kebutuhan setiap pemegang polis asuransi berbeda antara satu dengan lainnya. Misalnya saya seorang laki-laki yang bekerja pada suatu bidang yang penuh resiko dan masih punya anak yang masih kecil, maka tentu saja asuransi jiwalah yang cocok untuknya.

Lain lagi dengan seseorang yang memiliki beberapa mobil dan dia seseorang yang sangat perfecionist. Sehingga dalam hal ini untuk melindungi mobil-mobilnya dari risiko di jalanan, maka disarankan untuk mengambil asuransi kendaraan.

Jadi keikutsertaan dalam program asuransi jangan hanya sekadar trend atau ikut-ikutan namun ketahui kebutuhan apa yang paling mendasar untuk Anda berasuransi.
  • Last but not least, ketahui terlebih dahulu perusahaan asuransi tersebut
Perusahaan asuransi di Indonesia itu banyak dan tentu saja semuanya menawarkan program yang menarik. Anda berhak ikut program asuransi dimana saja namun ketahui terlebih dahulu perusahaan Asuransi tersebut sebelum memutuskan bergabung. Pilihlah perusahaan asuransi yang sudah lama melayani nasabahnya dengan kualitas yang tak diragukan lagi. Kalau perlu kunjungi kantornya dan berkonsultasi dengan Financial Advisornya.

Jenis-Jenis Asuransi 

Asuransi sendiri berdasarkan jenisnya terdiri dari 2 jenis yaitu Asuransi Tradisional dan Unit Link. Asuransi tradisional sendiri terbagi lagi menjadi tiga yaitu Dwiguna, Berjangka dan Whole Life. Lalu apa sih maksud dari Unit Link? Unit Link sendiri merupakan salah satu produk dari asuransi yang memiliki 2 manfaat yaitu manfaat investasi dan juga manfaat perlindungan.

Sementara asuransi berdasarkan fungsinya terdiri dari 4 jenis antara lain:
  • Asuransi Jiwa
Bagi kepala rumah tangga, asuransi jiwa bisa dibilang jenis asuransi yang tepat untuk melindungi anggota keluarga dari risiko yang tidak diinginkan. Bukan mendoakan pemegang polis agar meninggal cepat namun kita tidak pernah tahu kapan ajal menjemput sementara bisa jadi anak-anak masih kecil usianya.
  • Asuransi Kesehatan
Pandemi datang tanpa diduga, begitu pula penyakit lainnya yang kita tidak pernah tahu kapan menyerang. Walau sudah menjaga kesehatan dengan sebaik mungkin tapi risiko terserang penyakit tetap ada. Untuk itu asuransi kesehatan diperlukan bagi Anda demi meminimalkan risiko apabila terserang penyakit.
  • Asuransi Penyakit Kritis
Stroke, diabates, jantung dan kanker merupakan penyakit kritis yang mungkin saja dapat menyerang individu tanpa terkecuali. Apalagi jika individu yang terserang penyakit kritis tersebut merupakan pencari nafkah dalam keluarga. Disinilah pentingnya asuransi penyakit kritis dimana tentu saja untuk meminimalkan risiko dalam hidup.
  • Asuransi Kecelakaan Diri 


Asuransi sendiri terdiri dari 2 yaitu Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah. Lalu apa bedanya kedua asuransi tersebut, Anda dapat melihat dari tabel berikut.

asuransi syariah



Investasi Aman di Asuransi Syariah: Untuk Hari Tua yang Lebih Tenang

Lalu mengapa asuransi syariah?  Kalau menurut saya pribadi, saya ingin ikut asuransi karena melihat tujuannya terlebih dahulu. Setelah saya pelajari di beberapa literatur dan diperkuat dengan penjelasan Pak Bondan, maka saat ini Asuransi Syariah merupakan pilihan terbaik untuk kami sekeluarga.

Selain ada unsur gotong royong di dalamnya, sejak dulu saya ingin sekali memiliki produk perbankan dengan akad syariahnya. Maka saya pun mulai mempelajarinya hingga diberi kesempatan untuk mengikuti Blogger Gathering bersama KEB dan Prudential.

Menurut Fatwa DSN MUI No. 21/DSN/-MUI/X/2021 yang dimaksud dengan Asuransi Syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau Tabarru' dimana memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad yang sesuai Syariah.

Jika membaca referensi dari beberapa sumber dan juga dikuatkan dengan pernyataan Pak Bondan, maka ada beberapa manfaat apabila kita mengikuti asuransi syariah diantaranya:
  1. Sesuai prinsip syariah
  2. Adanya transparansi keuangan
  3. Terdapat nilai tolong menolong
  4. Bersifat universal yaitu syariah untuk semua
  5. Adanya nilai keadilan.


Penutup

Demikian penjelasan singkat saya mengenai manfaat ketika kita mengikuti asuransi khususnya asuransi syariah. Mungkin manfaat tersebut tidak dirasa secara langsung namun hidup penuh ketidak pastian. Alangkah baiknya apabila dalam ketidak pastian hidup tersebut kita sudah merencanakan keuangan dengan sebaik mungkin, salah satunya bergabung dengan program asuransi syariah.

Jadi tunggu apa lagi, yuk segera rencanakan masa depan kalian bersama asuransi syariah sekarang juga dan dapatkan berbagai manfaat untuk seluruh anggota keluarga.
Mariatanjungmenulis
Mariatanjungmenulis Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

21 komentar untuk "Investasi Aman di Asuransi Syariah: Untuk Hari Tua yang Lebih Tenang"

  1. Istilahnya sedia payung sebelum hujan ya kak, kalau saya pribadi ya kak berasuransi langsung kepada Allah rejeki jodoh mati sudah tertulis, kalau menurut saptuari lewat apa banyak sedekah insya Allah berkah rejeki terus mengalir

    BalasHapus
  2. Bener banget nih. Istri harus pandai mengelola keuangan. Biar ekonomi keluarga tetap stabil. Ikut asuransi juga bisa meminimalisir resiko tapi harus jeli milihnya ya.

    BalasHapus
  3. Saya sudah menabung di bank syariah di samping bank konvensional. Penasaran juga dengan asuransi syariah yang tentunya lebih memberikan ketenangan jika dikaitkan dengan investasi akhirat. Thx infonya

    BalasHapus
  4. Bagus sekali mba artikelnya. Kita memang harus mampu mengolah keuangan dengan cara yg baik ya

    BalasHapus
  5. Sekarang di butuhkan tabungan hari tua. Bisa lewat asuransi.

    BalasHapus
  6. Mengelola keuangan pribadi memang hal yang sulit...
    Seringnya sudah dipisahkan antara post-post pengeluaran rumah tangga dan tabungan keluarga, tetep aja sering nyenggol tabungan keluarga karena ada pengeluaran tak terduga...

    BalasHapus
  7. Selain asuransi syariah itu aman, juga pastinya lebih nyaman di hati nih Kak Maria. Soalnya sudah menerapkan prinsip-prinsip syar'i.
    Apalagi zaman now ini di masa pandemi, banyak hal tak terduga yang bisa terjadi.

    BalasHapus
  8. Poin penting ya Mba tentang ibu yang harus melek finansial. Saya jadi termenung. Urusan ini ngga sekadar membuat uang bulanan cukup tapi lebih dariitu memastikan seisi rumah terhindar dari aneka resiko dan tetap ada investasi ke depannya.

    BalasHapus
  9. Merencanakan masa depan saat ini mulai saya rintis. Mungkin buat orang lain sudah terlambat tapi tak apa bagi saya yang justru malah baru mau mencoba. Melek dan tahu informasi juga memang pas banyak acara gathering asuransi seperti ini. Mohon doanya ya

    BalasHapus
  10. Akupun meski sudah memiliki asuransi buta soal info detilnya, baru ngeh tentang apa dan bagaimana asuransi syariah juga. Semoga kita makin paham dan tahu pentingnya punya asuransi ya dengan acara seperti ini, mbak maria. Memang ya ketidak pastian hidup tersebut kita akan teratasi jika kita sudah merencanakan keuangan dengan sebaik mungkin

    BalasHapus
  11. Masa depan memang perlu banget dipersiapkan ya Mba. Apalagi ketika sudah terbiasa dengan rumah tangga yang sumber pemasukannya berasal dari dua orang dan mendadak ada suatu hal yang sementara bikin jadi hanya ada satu pintu pemasukan saja. Nggak nyaman memang.

    BalasHapus
  12. Nah, penting untuk mengetahui fitur-fitur apa aja yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan asuransi. Supaya kita nggak salah dalam memilih asuransi dan menggunakannya sesuai dengan kebutuhan kita saat ini.

    BalasHapus
  13. saya sepertinya harus sudah mulai ya belajar soal asuransi, karena selama ini saya tidak mempelajarinya dengan baik, padahal ini sangat penting niy buat jaga-jaga

    BalasHapus
  14. wah pastinya seru banget ya ikut webinarnya mba, pastinya dapat ilmu yang bermanfaat banyak soal asuransi syariah, kebetulan saya sedang belajar financial juga salah satunya pelajarin asuransi syariah, ini usefull banget buat saya

    BalasHapus
  15. wah asuransi memang bisa jadi pilihan ya untukmenjamin masa depan. Memang penting nih pelajari dulu produknya biar tepat sama kebutuhan dan tujuan kita

    BalasHapus
  16. Prinsip syariah yang jelas itu yang diajarkan agama kita, khususnya Muslim. Jadi ya alangkah bagusnya jika kita ikuti jalur ini, termasuk dalam berasuransi.

    BalasHapus
  17. Aku baru bener2 paham soal akad dari asuransi syariah ini mba maria. Well educated banget artikelnya.thankyouuu, jadi bisa pilih asuransi syariah kita yaa kalau ingin akad yg lebih syar'i

    BalasHapus
  18. Semua asuransi memiliki keuntungannya masing-masing ya dan ketika sudah memahami aneka produknya pasti lebih paham dan mudah memutuskan sesuai budget dan kebutuhan.

    BalasHapus
  19. Ternyata asuransi syariah ini ada akad tersendiri ya mbak Maria hmm kok aku jadi tertarik mau ikut asuransi Syariah setelah mendengar penjelasan artikel ini

    BalasHapus
  20. Seru banget nih mba acara gatheringnya, dapat ilmu banyak mengenai asuransi. Memang ya mau beli asuranai itu harus sesuai kebutuhan dan gak harus nunggu banyak uang dulu karena kita bisa menyisihkan dari penghasilan bulanan.

    BalasHapus
  21. Nah membeli asuransi juga sering dibilang orang2 bagaikan sedia payung sebelum hujan ya Mbak, di masa depan nanti saat kita tua belum tentu keadaan finansial senyaman saat masih bekerja seperti sekarang ya

    BalasHapus