4 Langkah Manajemen Keuangan Dalam Bisnis Kuliner

Manajemen Keuangan Dalam Bisnis Kuliner


Untuk memulai bisnis kuliner, bukan hanya kemampuan masak saja yang dibutuhkan melainkan juga perlu mengetahui dan mempelajari manajemen keuangan dalam bisnis kuliner. Bagaimana caranya membagi modal atau perputaran cash flow tetap aman dan menghasilkan profit.

Nyatanya yang terjadi di lapangan adalah banyak pemilik bisnis kuliner, apalagi bisnis kuliner di tingkat bawah seperti warung makan kaki lima, masih belum sadar akan pentingnya untuk mempelajari manajemen keuangan dalam bisnis kuliner. Bila terus terjadi maka bukan tidak mungkin yang terjadi ada pengeluaran yang belum terkontrol.

Sangat krusial dan penting untuk mengetahui seberapa banyak profit yang didapatkan setiap bulannya. Berapa persentase besaran laba dan rugi yang didapatkan warung makan ini. Impian seluruh pemilik bisnis kuliner adalah bisnis warung makannya terus berkembang menjadi restaurant yang bisa buka cabang di banyak daerah.

Jika memang itu yang diimpikan, maka sebaiknya segera mempelajari manajemen keuangan dalam bisnis kuliner. Sebab, pengelolaan keuangan yang berantakan dan kurang aware terhadap pencatatan keuanganyang rutin akan berdampak pada macetnya perputaran cash flow bisnis kuliner.

Untuk itu, kita sebagai pemilik harus memiliki acuan dasar untuk mengelola bisnis agar tetap berjalan lancar. Berikut ini adalah penjabaran seputar manajemen keuangan dalam bisnis kuliner agar terus menghasilkan profit dan laba.

1. Gali Informasi Tentang Keuangan dan Jenis-Jenis Arus Kas

Beberapa keilmuan seputar keuangan untuk kepentingan bisnis yang harus dipelajari adalah tentang bagaimana caranya membaca dan membuat laporan keuangan. Beberapa pemahaman dasar seperti laporan modal, penghasilan, laporan arus kas dan laporan neraca.

Selain itu, mengetahui juga janis-jenis arus kas. Dari semua jenis arus kas yang harus diketahui, yang paling penting adalah mengetahui arus kas masuk dan keluar. Sebab, dua jenis arus kas tersebut menjadi ujung tombak perputaran keuangan bisnis.

Satu hal yang perlu dipahami adalah tidak semua arus keluar akan memberikan keuntungan atau arus masuk kas. Dan, belum tentu arus kas yang masuk bisa berkembang menjadi keuntungan bisnis. 

2. Buat Perencanaan Anggaran Biaya Bisnis

Lakukan perhitungan anggaran yang diperlukan untuk membuka dan menjalankan bisnis kuliner. Beberapa informasi yang diperlukan selain bahan baku yang perlu untuk dibeli adalah biaya yang rutin dikeluarkan nantinya dan beberapa biaya operasional seperti biaya pemasaran.

Sekalipun bisnis kuliner yang baru akan dirintis termasuk ke dalam kategori bisnis kuliner skala kecil, kita tetap harus memiliki sejumlah uang yang dikhususkan untuk membiayai sistem pemasaran. Nominalnya bisa disesuaikan dengan kemampuan yang ada.

Biaya pemasaran yang dibutuhkan seperti pengadaan akun Instagram khusus bisnis, Facebook, Whatsapp dan beberapa media sosial lainnya yang bisa dimanfaatkan sebagai media pemasaran.

Pendaftaran pada akun transportasi online yang menyediakan jasa pembelian makanan secara online. Hingga bila diperlukan untuk membuat situs website khusus bisnis kuliner milik kita.

Di aman teknologi seperti ini, bila hanya terus memanfaatkan pemasaran dari mulut ke mulut, ini akan memakan waktu yang sangat lama untuk memperkenalkan bisnis kuliner kita. Dengan melakukan upaya pemasaran melalui media sosial, kita juga bisa menambah cakupan pangsa pasar yang lebih luas.

3. Rutin Melakukan Analisa Warung Makan Setiap Hari

Maksud dari menganalisa warung makan atau restaurant setiap harinya adalah dengan mengetahui berapa total pengeluaran yang diperlukan untuk memberli bahan baku makanan yang telah laku setiap harinya, mengetahui berapa jumlah pemasukan dan jumlah pelanggan yang datang ke restoran atau warung makan.

Bahkan, pada skala besar kita jadi mengetahui menu apa yang disukai oleh pelanggan dan yang laku di pasaran. Mencari tahu mengapa menu tersebut sangat laku hingga mencoba berinovasi terhadap menu makanan.

Hal ini sangat bermanfaat bukan hanya untuk melakukan inovasi terhadap menu saja melainkan juga membaca keinginan dan permintaan pasar serta menganalisa dan mengevaluasi restoran.

4. Pentingkah Memiliki Laporan Keuangan Untuk Bisnis Kuliner?

Memiliki laporan keuangan untuk bisnis jenis apapun sangat diperlukan. Itulah mengapa kita sebagai pemilik usaha harus mempelajari dan mengetahui keilmuan tentang manajemen keuangan dalam bisnis kuliner. Akan tetapi, banyak pertanyaan bermunculan apakah memiliki laporan keuangan memang diperlukan untuk bisnis kuliner skala kecil?

Misalkan saja suaha pecel lele dan nasi goreng di pinggir jalan, apakah wajib untuk memiliki laporan keuangan? Hal ini banyak diperdebatkan.

Pasalnya untuk para pengusaha mikro atau pengusaha skala kecil seperti warung makan nasi goreng dan pecel lele dengan penghasilan keuntungan sehari-hari yang belum terlalu besar dirasa belum perlu memiliki laporan keuangan rutin.

Kendati demikian, bukan berarti sama sekali tidak memiliki catatan keuangan. Catatan keuangan dan laporan keuangan dua hal yang berbeda. Catatan keuangan tidak sekompleks laporan keuangan. Para pelaku bisnis kuliner skala kecil maupun besar bisa memanfaatkan Spenmo untuk mencatat pengeluaran bisnis kuliner.

Spenmo Indonesia merupakan software manajemen pengeluaran dengan fitur paling lengkap yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis kuliner. Mulai dari pembayaran invoice yang teratur dan dapat dilacak sedetail mungkin, sistem penggajian dan klaim karyawan.

Spenmo juga menawarkan kartu perusahaan dalam bentuk fisik maupun virtual yang dapat dimanfaatkan untuk transaksi online maupun offline dalam pemenuhan kebutuhan usaha kuliner kita. Tak hanya itu, alat pembayaran digital ini juga menyediakan fitur transfer uang dengan biaya transfer internasional paling murah.

Semua kelebihan itu akan didapatkan dalam satu aplikasi satu dashboard. SAlah satu fitur unggulannya sebagai aplikasi transfer uang adalah waktu transfer lokal otomatis yang cepat dan kliring faktur segera terkirim ke email yang terdaftar.

Pemilik bisnis bisa melacak status pembayaran di dalam satu dashboard. Hal ini tentu mengurangi risiko kenakalan yang sering terjadi oleh karyawan. Yang paling penting adalah aplikasi transfer uang dari Spenmo akan meminimalisasi kesalahan saat melakukan pembayaran akibat human error.


Maria Tanjung Sari
Maria Tanjung Sari Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

19 komentar untuk "4 Langkah Manajemen Keuangan Dalam Bisnis Kuliner"

  1. Menurut saya, justru para pemilik/pengelola warung kecil itu harus memiliki dan melakukan pencatatan/laporan keuangan secara detail, sehingga ketahuan laba/rugi setiap harinya. Soalnya sering tuh saya temui warung kecil gitu, dagangan habis, tapi duitnya juga entah ke mana

    BalasHapus
  2. bener banget Mbak Maria

    saya dulu pegang UMKM kuliner

    dan terheran-heran melihat UMKM di sekeliling saya gak pernah ke bank, gak pernah mencatat transaksi keuangan dan mencampur uang mereka

    untung sekarang semakin banyak sofware seperti
    Spenmo Indonesia yang ditulis dan dishare Mbak Maria

    BalasHapus
  3. Berarti aplikasi spenmo Indonesia buat bisnis perumahan lainnya, kak? Jadi pembukuan keuangan lebih teratur.

    BalasHapus
  4. Udah banyak ya sekarnag software manajemen pengeluaran, seperti Spenmo Indonesia ini. Kita sebagai pengguna tinggal pilih mana yang menurut kita paling nyaman. Saya pribadi sih senang dengan platform yang tampilannya simpel, tapi fiturnya lengkap.

    BalasHapus
  5. Membuat perencanaan anggaran biaya bisnis itu penting pakai banget, saya dulu pernah buat kayak gini untuk bisnis jualan frozen brownies.
    Dan jangan lupa juga laporannya, biar sekalian di evaluasi :)

    BalasHapus
  6. Membuat laporan keuangan juga membantu membuat bisnis semakin jelas

    BalasHapus
  7. Bisnis kuliner sepertinya masih akan terus peluangnya. Soalnya manusia memang kebutuhan utamanya juga makan, jadilah bisnis kuliner selalu ada marketnya. Tinggal inovasi dan mau membaca celah saja, sih. Bismillah, semoga kita dimampukan untuk menjemput rezeki yang halal dan berkah, aamiin

    BalasHapus
  8. Meski belum punya bisnis sendiri tapi ya menurut saya memang manajemen keuangan untuk bisnis ini memang sangat diperlukan. Jangankan buat bisnis ya Mbak.. dalam rumah tangga pun demikian

    BalasHapus
  9. anggaran keuangan ini emang penting banget ya soalnya tanpa catatan keuangan yang rapi, bisnis bisa rapuh

    BalasHapus
  10. Benar nih jika memulai bisnis kuliner, bukan hanya kemampuan masak saja yang dibutuhkan melainkan juga perlu mengetahui dan mempelajari manajemen keuangan dalam bisnis kuliner. Apalagi jika dilengkapi aplikasi transfer uang dari Spenmo yang akan meminimalisasi kesalahan saat melakukan pembayaran

    BalasHapus
  11. Semoga dengan beragamnya aplikasi keuangan yang membantu mencatatkan keuangan bisnis UMKM kuliner, pemilik usaha semakin mudah mengembangkan usahanya. Karena sistem keuangan rinci dan jelas.

    BalasHapus
  12. Penting banget memang memahami manajemen keuangan. Bukan hanya untuk bisnis kuliner tapi juga untuk segala jenis aspek kegiatan yang harus mengolah transaksi keuangan dengan hati-hati.

    Bagus juga ya ada aplikasi seperti SPENMO INDONESIA ini. Kita diajak untuk disiplin mengatur keluar masuk uang. Tujuannya adalah supaya tidak besar pasak daripada tiang dan bisnis kita juga jadi bisa berkembang.

    BalasHapus
  13. laporan keuangan memang sangat penting untuk mengetahui pamasukan dan pengeluatan, apalagi dalam bisnis, laporan keuangan sangat diperlukan sekali

    BalasHapus
  14. Hal yang penting dalam setiap usaha adalah pencatatan dan manajemen keuangan... Jika ini lalai, maka kita sungguh tidak tahu sampai di mana progress usaha kita...

    BalasHapus
  15. Kalau punya usaha memang kudu teliti di pantau dengan baik.
    Karena urusan manajemen bisnis jadi hal yang krusial sih ya

    BalasHapus
  16. Laporan Keuangan ini WAJIB BANGET, utk tahu apakah cashflow sehat, dan apakah kondisi keuangan bisnis ini baik2 aja atau justru sebaliknya.
    Mantap sekarang ada aplikasi yg ciamik.

    BalasHapus
  17. wah makin profesional nih kalo pakai software Spenmo Indonesia, jadi bisa melacak sedetil mungkin pengeluaran uang. Nggak ada kekhawatiran kebocoran uang, karena bagaimanapun bisnis kuliner kudu detail transaksinya :)

    BalasHapus
  18. Setuju mbak tentang arus kas itu ternyata semua arus yang keluar belum tentu memberikan keuntungan dan arus kas yang masuk belum tentu memberi keuntungan bisnis . Manajemen keuangan emang harus dipelajari ketika menjalankan bisnis ya

    BalasHapus
  19. Bisnis kuliner adalah sebuah bisnis yang ga ada matinya ya, Kak, asalkan kita piawai dalam memanage-nya. Karenanya telaten dan konsisten dalam upgrade pengetahuan tentang manajemen keuanganya juga harus banget nih, agar bisnis berkembang pesat.
    Btw, ini 4 tipsnya oke banget, thanks for sharing, Kak.

    BalasHapus