Berubah Untuk Kebaikan : Tidak Ada Kata Terlambat



 
Tak ada yang salah manakala kita sebagai manusia ingin berubah untuk kebaikan dalam hidup ini. Asalkan perubahan baik itu konsisten adanya tidak hanya sehari dua hari berubah jadi baik lalu besoknya kembali lagi ke kebiasaan buruk.

Sebenarnya berubah untuk kebaikan tidak menjadi monopoli seorang yang telah melakukan suatu kejahatan. Orang biasa seperti kita pun yang merasa tidak maksimal menggunakan waktu luang, jika ingin berubah maka sah-sah saja.

Mengapa Manusia Harus Berubah Untuk Kebaikan?

Kalau ditanya mengapa manusia harus berubah untuk kebaikan maka jawabannya adalah agar hidup tidak begini-begini saja. Kalau itu menurut saya pribadi yang merasa kesini semakin ingat akan kematian apalagi usia yang menginjak kepala 4 dimana sudah banyak makan asam garam dunia.

Berubah dapat dikategorikan menjadi dua :
  • Berubah menuju kebaikan
  • Berubah menuju kemunduran atau tidak baik
Manusia berhak memilih apakah ingin berubah menuju kebaikan atau sebaliknya. Kita sendiri tidak boleh menjustifikasi apabila ada seseorang yang memutuskan berubah menuju hal yang tidak baik.

Saya ambil contoh ada selebgram yang cukup terkenal memutuskan melepas hijabnya setelah kurang lebih dua tahun dia memakai hijab. Entah apa alasan selebgram tersebut melepas hijabnya, yang pasti itu adalah ranah privasi yang kita tak semestinya mencampuri. Walaupun sebenarnya melepas hijab merupakan suatu kemunduran dalam Islam. Justru Islam mewajibakn seorang muslimah untuk mengenakan hijab.

Perubahan yang dilakukan seseorang menuju kebaikan tentu memiliki dampak antara lain:
  • Seseorang menjadi lebih tenang batinnya
Contoh ketika seorang Muslim mulai rutin menjalankan ibadah sholat lima waktunya padahal sebelumnya dia tidak sama sekali sholat. Pasti perubahan ini akan membawa dampak dalam kehidupan sehari-hari salah satunya hidup menjadi tenang ketika mengingat Allah SWT.
  • Mempunyai tujuan dalam hidup akan perubahan tersebut
Seseorang yang berubah untuk kebaikan pastinya memiliki goal atau tujuan atas perubahannya tersebut. Contohnya dalam hal duniawi, seseorang yang suka menghambur-hamburkan uang dan hidup berfoya-foya bertekad berubah demi bisa membeli sebuah rumah untuk keluarganya kelak. Setelah beberapa tahun meninggalkan dunia yang hedon akhirnya seseorang tersebut mampu mewujudkan impiannya membeli rumah sederhana.
  • Ingin memiliki nilai di masyarakat
Memang kita hidup tidak untuk menyenangkan keluarga maupun masyarakat di sekitar namun ketika lingkungan melabeli negatif pada diri kita, yang ada adalah perasaan terkucilkan.

Jadi saatnya kalian memilih ingin berubah ke arah mana? Agama menyuruh umatnya berubah menuju arah kebaikan namun tiap individu memiliki prinsip hidup masing-masing. Jangan karena prinsip hidup lalu kalian menjadi mundur dalam perubahan.




Maria Tanjung Sari
Maria Tanjung Sari Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

Posting Komentar untuk "Berubah Untuk Kebaikan : Tidak Ada Kata Terlambat"