Belajar Strategi Influencer Marketing dari IDN Creator Network

16 komentar
IDN Creator Network



Apa yang terbersit di benak Anda manakala mendengar kata Brand? Tentu merujuk pada suatu produk atau jasa yang sedang beredar di masyarakat luas. Brand akan memiliki nilai jual yang tinggi apabila punya keunikan tersendiri di masyarakat.

Keunikan brand ini bisa dilihat dari nama, tampilan maupun slogan yang dibawanya ketika melakukan promosi ke khalayak umum. Dengan sering diperdengarkan ke khalayak umum, maka brand suatu produk atau jasa akan mudah diingat oleh masyarakat. 

Sebagai pemilik brand tentunya ingin agar produk atau jasa yang dimiliki dapat diterima di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu kita harus melakukan apa yang dinamakan sebagai kegiatan marketing atau pemasaran.

Kegiatan pemasaran sendiri bertujuan memperkenalkan suatu produk atau jasa kepada masyarakat menggunakan saluran media tertentu serta tentu saja ada model atau peraga agar semakin menarik minat konsumen yang ingin membeli produk atau jasa tersebut.

Nah, salah satu cara agar produk atau jasa yang kita miliki dapat dikenal oleh masyarakat luas adalah dengan melakukan kegiatan influencer marketing.

Strategi marketing influencer



Menurut Yohana Sitompul, seorang Digital Strategy Manager di IDN Creator Network, yaitu sebuah creator marketing platform yang berada di bawah naungan IDN Media mengatakan bahwa ada poin-poin yang harus diperhatikan dalam melaksanakan influencer marketing antara lain :
  • Marketing Objective
Kita harus paham untuk apa sebuah campaign dijalankan melalui influencer marketing. Adapun tujuan dari campaign biasanya meliputi satu dari empat hal di bawah ini:
  1. Awareness
  2. Conversion
  3. Promo
  4. Launching product

  • Target Audiens
Target audiens ini mempermudah kita dalam menentukan media sosial mana yang akan dipergunakan untuk melakukan promosi. Apakah akan melakukan promosi melalui Instagram, Twitter, Tiktok maupun Podcast.

Ketika Instagram sedang booming, para pemilik brand berlomba-lomba melakukan influencer marketing melalui platform tersebut. Namun teknologi semakin berkembang dan kemudian platform baru bermunculan. Sebut saja platform media sosial TikTok.

Mau tidak mau para pemilik brand harus menyesuaikan cara melakukan campign tidak hanya melalui Instagram saja namun juga ke Tiktok misalnya. Hal ini semata-mata dilakukan agar brand tersebut tidak tertinggal dengan lainnya dan tetap dikenal di masyarakat luas.

  • Gaya Konten Dalam Mempromosikan Brand
Menurut Yohana, gaya konten ini  dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu soft selling dan hard selling. Jika menggunakan gaya konten hard selling maka brand akan langsung menjelaskan tentang kegunaan suatu produk serta keunggulan jika menggunakan produk tersebut.

Namun berbeda lagi jika menggunakan teknik marketing dengan cara soft selling maka audiens tidak akan secara langsung mengetahui suatu produk. Audiens akan diajak merasakan pengalaman ketika menggunakan suatu produk yang dipromosikan. Pengalaman tersebut dipresentasikan dengan gambar-gambar maupun video yang menarik minat audiens untuk melihat atau menontonnya.

Buat Parameter Kesuksesan Campaign


Yohana berpendapat bahwa tolok ukur dalam mengatakan campaign itu berhasil adalah kuantitas data. Namun ada dua hal lain yang menjadi parameter atau tolok ukur bagi kesuksesan sebuah campaign antara lain:
  1. Interaksi yang dihasilkan dari suatu postingan campaign di media sosial
  2. Ramai tidaknya campaign tersebut dibicarakan oleh khalayak umum

Ide campaign yang happening

Ide Campaign yang Lagi Eksis Versi IDN Creator Network

Dalam melaksanakan influencer marketing, Yohana memberikan sedikit bocoran nih jika ada 5 ide campaign yang selalu IDN Creator unggulkan antara lain:
  • Hyperlocal KOL (Key Opinion Leader)
Mereka yang menjadi Hyperlocal KOL pada umumnya berada di kota-kota kecil yang ada di Indonesia. Hyperlocal KOL diharapkan mampu membidik audiens sebagai target market yang diinginkan brand ketika melakukan influencer marketing.
  • Always On
Dengan metode always on maka suatu brand akan terus menerus melakukan campaign sampai waktu yang telah ditentukan. Tujuannya tentu saja agar brand tersebut selalu diingat oleh masyarakat luas.
  • Agile Campaign
Ide ketiga ini menurut Yohana dilakukan dalam rangka mengetahui platform mana yang sekiranya cocok sebagai media dalam melakukan campaign. Dengan Agile Campaign maka kita dapat melakukan analisa data agar hasil akhir dari campaign suatu brand produk atau jasa sampai ke masyarakat sehingga dapat membentuk citra produk tersebut.
  • National KOL (Key Opinion Leader)
Biasanya menurut Yohana, yang menjadi National KOL adalah mereka yang berada di kota-kota besar di Indonesia. Tentu saja target market yang dibidik berbeda dengan Hyperlocal KOL karena diharapkan dapat meraih lebih banyak audiens ketika melakukan influencer marketing.
  • Vertical Domination
Vertical Domination sendiri merupakan sebuah ide dalam menggunakan Key Opinion Leader (KOL) dalam jumlah besar. Biasanya cara ini dilakukan ketika brand sedang meluncurkan produk baru atau sedang mengadakan promo.

Kesimpulan

Demikian penjelasan dari Yohana Sitompul, Digital Strategy Marketing IDN Creator Network mengenai beberapa ide branding yang dilakukan IDN Creator Network. Semoga bisa menambah pengetahuan Anda ketika berencana untuk melakukan influencer marketing terhadap brand yang dimiliki.
Mariatanjungmenulis
Mariatanjungmenulis
Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

Related Posts

There is no other posts in this category.

16 komentar

  1. Oh, bener nih. Target audiens bisa bantu kita nentuin media apa yang bakal digunakan untuk menjalankan strategi ini. Kalo yang mudaan atau Gen Z berarti pakenya TikTok atu Instagram kali ya mba? Kalo yang tuaan, bisa Facebook atau Twitter. Koreksi kalo salah hihi

    BalasHapus
  2. Ah, Aku tuh baru tahu tentang vertikal domination dalam strategi pemasaran produk baru.

    BalasHapus
  3. Parameter kesuksesan campaign betul banget mba, ada beberapa faktor yang bisa mnejadi tolak ukur nya. Jadi, gak hanya berpatokan kepada quantity saja.

    BalasHapus
  4. Bener banget, kegiatan pemasaran ini penting banget untuk mengenalkan brand kita kepada audiens.

    BalasHapus
  5. Setuju banget dengan strategi digital marketing ala IDN Media. Dengan strategi yang pas, maka kita mampu menghadapi berbagai persaingan

    BalasHapus
  6. Wah ide ke 5 compaignnya memang lagi eksis di kalangan influencer marketing ya mba, hehe

    BalasHapus
  7. Wah teknik+teknik di atas jujur baru ak denger hehe pastinya memang sebelum memulai campaign harus riset dan setelahnya harus evaluasi

    BalasHapus
  8. Menarik banget mba ulasannya, apalagi yang Marketing Ojective itu bisa jadi panduan untuk milih target

    BalasHapus
  9. Teknik marketing yg mengikuti perkembangan zaman ya... Udah ngga zaman lagi berarti bagi-bagi brosur ya hehe..

    BalasHapus
  10. Aku baru tau nih, ternyata pemakaian influencer untuk mengenalkan brand harus pilih-pilih, ada national influencer dan hyperlocal KOL

    BalasHapus
  11. Nah, bener banget, Mbak. Target audience super penting biar nggak salah tembak.

    BalasHapus
  12. Betul banget, brand, agency dan influencer wajib mengetahui keseluruhan cara campign sehingga lebih efektif dan targetnya tercapai

    BalasHapus
  13. Always o...ini car yang tepat untuk mendapatkan tujuannya tentu agar brand tersebut selalu diingat oleh masyarakat luas.

    BalasHapus
  14. wah, bisa dipraktekkan nih jika nanti sudah punya brand gede buat endorse atau jadi pegawai bagian marketing. hehe

    BalasHapus
  15. keren-keren nih strategi campaign influencer dari IDN creator network. intinya disesuaikan dengan tujuan dan target campaign itu ya, mbak

    BalasHapus
  16. Artinya ngga selalu IG minded ya, mbak..selama ini IG emang jadi tempat yg paling banyak dipake untuk jualan. Padahal ada banyak potensi di platform lain. Makasih sharingnya, mba

    BalasHapus

Posting Komentar