Belajar Dari yang Lebih Muda ? Why Not

 
Belajar tak kenal usia

Tidak ada kata gengsi bagi saya jika harus belajar dalam hidup ini, bahkan belajar dari seseorang yang usianya terpaut jauh di bawa saya.

Bagi saya pribadi, ilmu serta wawasan itu datangnya bukan dari seseorang yang lebih tua, memiliki titel sederet maupun segudang pengalaman lainnya.

Jika seseorang yang usinya lebih muda dari saya namun sudah banyak makan asam garam kehidupan maka mengapa saya harus menolak belajar dari dirinya.

Bagi saya proses belajar tidak melulu di bangku sekolah atau pendidikan formal lainnya. Namun ada beberapa sumber ilmu yang bisa saya maupun kalian dapatkan dalam hidup ini, antara lain:
  • Pengalaman Hidup Orang Lain
Itulah mengapa saya senang menjadi seorang pendengar. Karena dengan mendengarkan curhat atau keluh kesah dari teman atau kerabat maka kita jadi tahu bahwa ada jalan hidup orang lain yang mungkin bisa jadi pembelajaran bagi kita ke depannya.

Menjadi pendengar bagi keluh kesah teman itu menyenangkan, namun kalau terus menerus juga capek kali ya, hihihi. Sebab kita sendiri kadang juga punya masalah donk dimana juga ingin didengar oleh orang lain.
  • Kegagalan Hidup Diri Sendiri
Kegagalan hidup yang merupakan pengalaman pribadi merupakan cambuk kalau bagi saya agar ke depannya bisa lebih baik dalam menyusun rencana hidup.

Tapi perlu diingat bahwa kegagalan hidup bukan karena masalah human eror semata namun juga ada kuasa Tuhan di balik semua ini. Kita diberi kegagalan oleh Tuhan pasti ada maksud di balik semua itu. 

Jangan terlalu banyak berlogika karena dapat menyebabkan depresi berkepanjangan. Selain melakukan introspeksi atas kegagaln hidup, serahkan semua masalah kepada Tuhan Sang Pemberi Hidup.
  • Kisah inspiratif
Kemajuan teknologi menyebabkan informasi mudah tersebar atau menjadi viral. Nah, saya banyak mengikuti kisah inspiratif di akun media sosial seperti Instagram maupun Youtube.

Rerata kisah inspiratif yang saya tonton adalah mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. Untungnya sekarang media sosial semakin berkembang sehingga tak sulit bagi kita juga menyalurkan donasi pada pejuang kehidupan itu.

Rasanya kalau dibandingkan perjuangan mereka, para tokoh inspiratif ini maka perjuangan saya tidak ada apa-apanya. Mereka berusaha berdiri di atas kaki sendiri dan pantang untuk mengemis.

Pengalaman Belajar Dari yang Lebih Muda Usianya

Kalau belajar dari yang lebih muda usianya, saya punya pengalaman nih teman-teman. Dari mereka inilah saya jadi tahu bagaimana menjadi seorang pengusaha dan dan menjadi pribadi yang lebih ikhlas. Berikut individu yang berusia lebih muda namun dapat memberi saya banyak pelajaran hidup:

  • Mantan Bos
Tahun 2006 saya pernah kerja ikut orang yang kemudian menjadi bos saya. Saya memanggilnya dengan sebutan Pak Andri. Tahukah kalian kalau usia Pak Andri 3 tahun lebih muda dari saya.

Bekerja sebagai administrasi usahanya yang baru dirintis banyak memberi pelajaran bagi saya. Kebetulan usaha Pak Andri bergerak di bidang ekspor ikan ke Malaysia di kala itu.

Seorang Andri sebelum mendapat jalan ekspor ikan tadinya berjualan dari pasar ke pasar di salah satu daerah di Sidoarjo. Sungguh salut saya karena walaupun beliau merupakan anak dari orang terpandang di daerahnya namun tak malu untuk merintis usaha dengan berjualan layaknya sales menawarkan ikan.

Walau sekarang saya sudah tidak menjadi karyawannya lagi tapi melihat dari jauh kesuksesan beliau saja sudah membuat saya senang. 

Point penting yang saya dapat dari beliau adalah:
  1. Jangan malu memulai usaha dari bawah
  2. Gelar bukan tolok ukur sukses dalam berbisnis
  3. Mandiri di atas kaki sendiri lebih baik ketimbang harus bergantung kepada orang tua.
  • Teman Kerja
Teman kerja yang tidak perlu saya sebut namanya itu terpaut usia yang cukup jauh yaitu 13 tahun dimana dia mengajarkan bahwa rezeki itu Allah yang atur. Dan kita manusia tidak bisa mengutak atik agar menjadi milik kita.

Jadi ceritanya saya merasa tidak puas dengan teman kerja lainnya yang seolah kurang menghargai bantuan saya di kantor namun justru dia mendapat reward besar dari big boss.

Saya pun curhat dengan teman kerja yang terpaut usia 13 tahun tersebut. Jawabannya sungguh menohok batin saja dimana dia mengatakan bahwa "ya kalau begitu rezeki Ibu sampai disitu saja, biarkan saja Bu." Insha Allah tidak perlu kuatir dengan rezeki lain dari Allah. 

Dari perkataan teman saya yang berusia 13 tahun lebih muda makin menyadarkan bahwa usia matang seperti saya pun masih saja merasa khawatir dengan apa yang namanya rezeki padahal Allah SWT sudah mengatur masing-masing hamba-Nya.

Kesimpulan

Jangan pernah malu belajar dari yang lebih muda usianya. Walau usia saya sudah berada di angka 40 tahun tapi bisa jadi belum benar-benar mengerti hakikat kehidupan.

Buktinya masih diajari oleh teman kerja yang cocoknya jadi keponakan. Walau jam terbang saya sudah tinggi dalam makan asam garam hidup ternyata masih saja ada yang terlewat dalam hidup ini.

Kalau kalian sendiri bagaimana ? Adakah seseorang yang usianya terpaut jauh namun banyak memberikan wawasan dalam hidup? Yuk kita diskusi di kolom komentar.
Maria Tanjung Sari
Maria Tanjung Sari Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

1 komentar untuk "Belajar Dari yang Lebih Muda ? Why Not"

  1. Bener, Mbak Maria.. belajar itu bukan lihat bentuk..tapi value yang bisa kita ambil ..

    BalasHapus