Cara Praktis Menghadapi Stress Berat Di Kantor

Posting Komentar
 


Burnout dapat dikatakan sebagai kondisi seseorang yang mengalami stress berat. Stress berat bisa disebabkan oleh faktor pekerjaan ataupun lingkungan sekitar yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Mungkin juga karena kita kurang dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar namun jika memang lingkungan tersebut membawa dampak yang toxcid tentu akan menyebabkan stress berat donk ya.

Saya pribadi rasanya tepat jika sedang mengalami burnout atau stress berat di tempat kerja. Tidak ada yang bisa menjadi tempat curhat saya melainkan saya tutup sendiri rapat-rapat stress saya ini. Curhat kepada suami pun beliau hanya menjadi pendengar yang setia karena solusi memang ada di saya,

Mungkin karena sudah 10 tahun bekerja di kantor sekarang dan tidak ada kemajuan yang berarti dalam karir sehingga menyebabkan hanya bisa menjalani yang ada. Lingkungan kerja yang sedikit toxcid menurut saya juga memang sudah tidak sehat lagi namun masih mempertimbangkan untuk resign.

Karena saya merupakan salah satu tumpuan bagi karyawan lainnya. Kadang kasihan juga melihat mereka yang selalu menantikan gaji di awal bulan. Tidak semua hal bisa saya ceritakan namun mungkin saya sedang berada di titik burnout.

Adapun ciri-ciri stress berat ketika berada di kantor atau tempat kerja kurang lebih sebagai berikut:
  • Tidak Semangat dalam Bekerja
Diakui atau tidak seseorang yang mengalami stress dalam pekerjaannya cenderung akan tidak semangat dalam bekerja. Datang selalu terlambat dan bisa jadi pulang dia yang paling ontime saking tidak betahnya di kantor. Wah, kalau saya masih cinta berarti nih sama kantor lha wong masih suka pulang larut malam, hihihi. Padahal juga kerjaannya browsing-browsing ga jelas. Dan saya juga masih paling pagi datangnya karena kasihan dengan ART Kantor yang selalu datang pagi untuk bersih-bersih ruangan kerja kami.
  • Sering Sakit tanpa Sebab yang Jelas
Nah, untuk alasan yang satu ini sebenarnya tidak terjadi pada saya pribadi namun justru pada teman saya. Saya perhatikan dia sering banget sakit namun tidak pernah pergi ke dokter. Mau kasih SP nyatanya dia merupakan saudara pimpinan, jadi ya mau gimana lagi.

Bisa jadi stress berat dalam pekerjaan ini karena seseorang tidak mampu mengatur waktu antara urusan pekerjaan dan rumah tangga seperti yang terjadi pada teman saya ini misalnya. Maka dari itu saya lihat dia lebih gampang sakit tapi juga ga parah-parah banget.
  • Prestasi Kerja Menurun
Prestasi kerja menurun jika di kantor ada jenjang karir yah, namun jika tidak ada jenjang karir bisa jadi si karyawan tersebut malas-malasan dalam bekerja yang menyebabkan beberapa tanggung jawabnya terbengkalai. Misalkan saja dia diberi tugas membayar beberapa tagihan kantor namun karena dalam kondisi burnout maka tagihan kantor menjadi terlambat dibayar. Ujung-ujungnya ditegur bos donk.
  • Sering Marah dengan Teman Kerja
Kalau senior sih wajar aja jika suka ngomel kepada anak buah. Tapi bayangkan jika Anda seorang karyawan yang sering marah dengan rekan kerja dan posisi kalian satu level, maka apa yang akan terjadi? Bisa jadi Anda akan dijauhi oleh rekan-rekan kerja lho. Tidak ada yang mau bekerja sama dengan Anda untuk urusan pekerjaan.

Marah jika beralasan sih sah-sah saja namun jika dibuat-buat kok aneh saja ya apalagi jika bersinggungan dengan banyak orang. Tapi kalau sudah stress berat kita tidak bisa mengatur suasana hati seseorang, maka biarkanlah dia menyelesaikannya sendiri.
  • Keinginan Resign yang Begitu Kuat
Kalau point ini mendekati banget ke saya karena sudah sejak tahun lalu keinginan mundur dari pekerjaan sekarang sudah menggebu. Namun saya tidak pendek akal karena banyak faktor yang harus dilihat, seperti keuangan keluarga yang belum stabil dan di kantor belum ada pengganti saya yang mumpuni. Jelek-jelek begini saya masih punya tanggung jawab terhadap kantor tempat saya bekerja.

Stress Berat di Kantor ? Ini Solusinya

Sebenarnya tidak begitu sulit menghilangkan atau sekadar mengurangi burnout di lingkungan kerja. Asal kita sudah benar-benar berdamai dengan kondisi lingkungan kerja tersebut yang misalnya penuh dengan toxcid people.

Solusi stress berat di kantor versi saya adalah:
  • Ambil Cuti 
Ambil cuti yuk untuk menenangkan pikiran barang sejenak. Tiga atau empat hari saya rasa sudah cukup asalkan jangan cuti di dalam rumah saja ya. Coba luangkan waktu cuti di tempat yang jauh dari rumah dan juga kantor. Staycation juga bisa sebagai alternatif untuk liburan singkat menenangkan.

Matikan smartphone Anda barang sejenak dan beritahu orang rumah bahwa Anda tidak ingin diganggu barang sejenak. Saya rasa semua pihak yang mengetahui masalah Anda akan maklum dan tak akan mengganggu di masa cuti. 
  • Berdamai Dengan Lingkungan kerja
Mungkin susah ya untuk berdamai dengan lingkungan kerja toxcid namun jika itu merupakan satu-satunya sumber penghasilan Anda maka saya sarankan untuk berdamai alias menerima dengan sepenuh hati status sebagai karyawan.

Jika memungkinkan maka coba carilah aktivitas lain yang bisa mengalihkan perhatian Anda pada burnout di kantor. Salah satunya dengan bergabung komunitas seperti saya yang saat ini disambil ngeblog juga. Selain bertemu banyak orang, juga menjalin relasi yang tak kalah pentingnya.
  • Jauhi Toxcid People
Bisa jadi di lingkungan kerja Anda banyak toxcid people yang memberi pengaruh buruk dan harus segera dijauhi karena tidak baik bagi kesehatan mental kita sebagai karyawan. Bergaullah dengan rekan kerja yang orientasinya pada nilai-nilai positif seperti keluarga dan kegiatan sosial.
  • Bersyukur
Lihatlah orang-orang yang masih menganggur dan berharap segera mendapat pekerjaan. Apalagi saat pandemi ini banyak karyawan merasa was-was akan nasibnya di suatu perusahaan ketika mendapati omzet kantornya tak selancar sebelum pandemi.

Mungkin Anda sudah terlalu burnout namun pikiran jernih harus tetap dijaga agar tidak salah dalam mengambil keputusan. Biasanya saya jika sudah melihat ke bawah yaitu ke orang-orang yang nasibnya tidak sebaik saya maka buru-buru untuk mengucap istighfar dan bersyukur kepada Allah SWT.
  • Resign
Kalau benar-benar tidak kuat ya apa boleh buat, resign adalah jalan terakhir. Walaupun Anda tidak punya cukup tabungan namun sudah sangat burnout maka daripada mengganggu kesehatan mental, resign adalah jalan terbaik.

Namun jangan menyesal yah apabila keputusan Anda di kemudian hari membawa dampak seperti lama mencari pekerjaan baru dan lain sebagainya. Sehingga saran saya jika resign adalah jalan terbaik segera punya solusi untuk menambal penghasilan Anda sesaat sebelum berhenti kerja agar tidak jadi double stressnya.

Kesimpulan

Demikian sedikit tulisan dari saya sekaligus ungkapan curahan hati, hehehe. Setiap manusia tidak lepas dari yang namanya masalah salah satunya di lingkungan kerja. Tengoklah terlebih dahulu sudah berapa lama Anda bekerja di perusahaan itu. 

Anda dan perusahaan tempat bekerja ibarat sepasang suami istri yang saling melengkapi. Jangan karena satu hal yang sepele lalu Anda memutuskan untuk "bercerai" dengan perusahaan yang telah lama membersamai.


Mariatanjungmenulis
Mariatanjungmenulis
Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

Related Posts

Posting Komentar