Tips Mengelola THR di Saat Pandemi

Posting Komentar
 
Tips Mengelola THR


Mengelola THR di saat pandemi memang butuh kehati-hatian agar jangan sampai habis sesaat untuk hal-hal yang tidak penting atau mubazir. Terutama bagi kalian yang hanya memiliki satu sumber pendapatan maka benar-benar harus menggunakan tepat sasaran agar ketika berganti bulan gaji dan THR tidak habis secara bersamaan.

THR atau kepanjangan dari Tunjangan Hari Raya merupakan hak seorang karyawan yang telah bekerja selama sekian tahun untuk mendapatkan sejumlah nominal uang yang besarannya satu kali gaji. 

Jika karyawan tersebut belum memasuki usia satu tahun kerja maka tidak mendapat THR sejumlah satu gaji penuh namun besarannya berdasar jumlah bulan dia bekerja. Kembali lagi semua perusahaan memiliki kebijakannya masing-masing sehingga rumus itu bisa berubah sesuai kebijakan pemilik perusahaan.

Menerima THR sendiri merupakan moment yang dinantikan hampir semua orang yang berstatus karyawan. Terlebih di saat pandemi, keberadaan THR sama pentingnya dengan gaji pokok setiap bulan.

Adapaun THR sendiri pada umumnya dipergunakan untuk:
  • Membeli kebutuhan untuk Hari Raya Idul Fitri
  • Biaya transportasi mudik
  • Tradisi memberi angpao kepada saudara 
  • Dan beberapa keperluan lainnya

Kalau sebelum pandemi, bisa jadi THR bisa ludes dalam seketika maka akan lebih bijaksana jika selama pandemi, pengelolaan THR dimanfaatkan sebaik mungkin. Jika keadaan memungkinkan, tabunglah THR untuk dana darurat karena kita tidak mengetahui bagaimana kondisi keuangan keluarga selama pandemi belum usai.

Mungkinkah Mengelola THR di Saat Pandemi ? 

Jika ada seseorang bertanya apakah bisa mengelola THR di saat pandemi maka jawabannya adalah sangat bisa asalkan Anda bisa konsisten. Walau seseorang tidak terkena dampak pandemi, alangkah lebih baiknya jika mulai saat ini dibiasakan untuk mengatur sedemikian rupa agar memiliki cadangan berlebih di tabungan mereka.

Jadi tahun lalu suami saya terkena imbas dirumahkan selama beberapa bulan. Memang terdengar ringan nih, "selama beberapa bulan" yang artinya Alhamdulillah suami sudah kerja saat ini. Tapi karena ada pengalaman dirumahkan inilah saya sedikit trauma juga menjalani Ramadan tahun ini dikarenakan persis Ramadan tahun lalu suami dirumahkan.

Lalu bagaimana saya mensiasati agar THR saya pribadi tidak terlalu cepat habis di masa pandemi tahun lalu dimana suami dirumahkan. Begini caranya:
  • Tidak ada yang namanya tradisi beli baju baru
Memang di keluarga saya tidak ada yang namanya tradisi beli baju baru, namun saya kadang iseng saja menjelang hari raya seringnya membeli baju agar meninggalkan kesan ada yang istimewa nih di hari kemenangan.

Akhirnya keisengan itu pun saya hentikan karena tidak mau terlalu dalam menjadi pribadi yang konsumtif. Asal baju tersebut masih bisa dipakai kenapa tidak. Toh juga dua tahun ini kami tidak pergi kemana-mana selama Lebaran.

Tradisi sebenarnya bukan hanya membeli baju baru lho gaes, namun banyak tradisi kita masyarakat Indonesia yang masih dilakukan sampai sekarang yaitu salah satunya memberi angpao bagi saudara dan handai taulan terutama yang masih anak-anak.

Memberi angpao itu baik sekali dan dianggap sebagai bentuk sedekah namun jika memberatkan kita apalagi mungkin bisa jadi termasuk salah satu yang terdampak pandemi, alangkah baiknya sementara tidak memberikan terlebih dahulu. Toh, jika keadaan ekonomi sudah membaik kita akan kembali berbagi dengan saudara kok. 

Intinya jangan memaksakan diri hanya karena ingin dianggap mampu yang pada akhirnya menyusahkan diri sendiri. Kalau siap menerima risiko ya tidak mengapa kok, asal jangan mengeluh yah.
  • Turunkan standar hidup
Jika ada keluarga yang biasanya memasak rendang daging di saat Lebaran maka mungkin saat pandemi memasak lontong sayur dengan lauk telur bali pun tak jadi masalah. Tetap enak dan ciri khas masakan Indonesia kan.

Jangan gengsi ketika keadaan mengharuskan kita menurunkan standar hidup sementara. Pandemi ini bukan buatan manusia namun sebagai salah satu cara Tuhan untuk mengingatkan kita akan hidup yang lebih bijaksana.
  • Tabung 30% THR
Mungkin ada yang kaget dengan tips dari saya, "kok besar banget disisihkan 30% untuk tabungan, sementara menyisihkan 10% saja berat". Sebenarnya bisa kok kalau kita benar-benar mencatat semua pengeluaran kita.

Ini bukan perhitungan, tapi jika ada catatan jelas akan pengeluaran bulanan selama ini maka mungkin akan kelihatan pengeluaran mana yang perlu dipangkas atau diganti dengan harga yang lebih terjangkau  misalnya.

Bagi yang Belum Mendapat THR, Tetap Berbahagialah 

Lalu bagaimana dengan karyawan yang tidak mendapat THR di tahun ini? Yang pasti saya turut prihatin bagi teman-teman yang belum mendapat rezeki THR. Berpikiran positif mungkin perusahaan tempat teman-teman bekerja sedang dalam krisis ekonomi sehingga dilakukan penundaan pemberian THR sampai batas waktu yang tidak bisa dipastikan.

Diberi kesempatan bekerja saja sudah bersyukur, anggap saja ditundanya pemberian THR dari perusahaan tempat teman-teman bekerja sebagai bentuk Tuhan menyayangi kalian. Mungkin jika diberi THR saat ini teman-teman belum mampu mengaturnya dengan bijaksana.

Nah, untuk teman-teman yang belum mendapat THR maka pergunakan gaji yang masih diterima sebaik-baiknya. Hari raya bukan moment untuk bersenang-senang secara berlebihan namun justru untuk instrospeksi atas apa yang telah kita lakukan selama setahun. 

Jika ingin membeli kue lebaran, belilah yang sesuai daya beli. Saya tidak menyarankan teman-teman untuk berutang demi bisa merayakan hari raya. Karena sederhana itu lebih baik daripada memaksakan kondisi keuangan yang memang sedang kurang mendukung.


Kesimpulan

Pandemi mungkin belum usai menginjak tahun kedua, namun setidaknya menjadikan diri kita lebih bijak mengatur keuangan keluarga. Jangan jadikan beban atas bencana internasional yang merenggut jutaan manusia di muka bumi ini. Ambil hikmah dan mulai atur seluruh rencana hidup kita.

Walau rencana hidup kita sudah diatur sedemikian rupa, jangan lupa yah akan Tuhan yang menciptakan hidup ini. Berharap hanya kepada-Nya untuk segala rezeki terbaik dan membawa keberkahan yang kita inginkan. 
Mariatanjungmenulis
Mariatanjungmenulis
Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

Related Posts

Posting Komentar