3 Cara Sederhana Agar Tetap Sehat Mental Di Tengah Pandemi

sehat mental


Sehat mental saat ini merupakan hal yang sangat kita perlukan khususnya di tengah pandemi yang masih belum tahu kapan berakhir. Saya pribadi pun merasa sejak tahun 2020 tepatnya di bulan Juni banyak mengalami kecemasan yang seharusnya tidak perlu. Jikalau perlu maka tidak sepatutnya saya cemaskan secara berlebihan.

Dikutip dari https://rsjd-surakarta.jatengprov.go.id/, sehat mental memiliki pengertian dimana seseorang berada dalam kondisi mampu bersikap positif terhadap diri sendiri serta dapat mengapresiasi potensi juga bakat yang ada dalam dirinya sendiri.

Namun terkadang secara tidak kita sadari mental dapat berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja salah satunya ketika kita mengalami kecemasan. Saya pribadi mengakui sempat dilanda kecematan ketika pandemi melanda Indonesia dan sedikit banyak mempengaruhi kondisi perekonomia keluarga, 

Lalu mengapa seseorang mudah mengalami kecemasan di saat pandemi melanda, berikut alasannya:
  • Kuatir apabila terpapar virus
Terus terang saya mengalami hal ini di saat bulan Juli 2021 lalu dimana penambahan jumlah pasien yang terpapar virus Covid-19 sampai yang meninggal melonjak drastis. Hal ini otomatis membuat saya panik dan jika kepanikan itu terlihat nyata maka Ibu saya pun akan ikut-ikutan panik dibuatnya.

Ketika panik, saya melakukan semacam panic buying dengan membeli sejumlah vitamin, antibiotik dan juga obat flu dalam jumlah banyak. Tentu saja hal ini terlalu gegabah saya lakukan apalagi jika hanya didasarkan pada kekhawatiran yang tak beralasan. 
  • Ketakutan jika kantor tempatnya bekerja harus melakukan PHK besar-besaran akibat kondisi ekonomi yang sedang merosot tajam.
Dari tahun 2020 sebenarnya dampak ekonomi yang dirasakan setelah pandemi melanda sudah terlihat. Banyak sekali beberapa tempat makanan yang tutup, gerai penjualan di mall juga terpaksa ditutup dikarenakan adanya himbauan dari pemerintah untuk menjaga jarak dan menghindari keramaian.

Kita pun tidak bisa menyalahkan kondisi tersebut karena masing-masing orang ingin mencari keselamatan diri demi terhindar dari paparan virus. Namun bagai dua mata pisau maka tentu saja akan ada dilema yaitu ekonomi menjadi lesu karena hampir semua orang memilih untuk lebih banyak berada di rumah saja, sedangkan di sisi lain di luar sana banyak usaha yang terancam gulung tikar karena sepinya pengunjung.

Sepinya ekonomi tentu berimbas pada kemungkinan pengurangan karyawan sebuah perusahaan. Saya pun pernah mengalami ketika suami sempat dirumahkan selama beberapa bulan karena kebijakan PSBB di tahun 2020. 

Bisa jadi kekhawatiran akan menyelimuti pikiran seseorang jika suatu ketika dirinya mengalami PHK akibat dampak pandemi. Hal itu lumrah adanya namun jangan sampai mengganggu pikiran sehingga yang terjadi adalah stress berkepanjangan.
  • Banyak mendengar kabar akan kematian teman, kerabat maupun keluarga yang bersinggungan dengan kehidupan kita sehari-hari.
Selama kurang lebih sepekan, masjid di dekat rumah saya selalu mengabarkan ada warga yang meninggal dunia bahkan hampir setiap hari. Walaupun saya tidak mengetahui apa penyebab warga tersebut meninggal dunia namun selalu saja pikiran terbersit jika wafatnya warga karena wabah. 

Berita kematian dari orang yang tak dikenal saja menimbulkan kecemasan pada diri saya, apalagi ditambah dengan berita mendadak yang diterima bahwa ada beberapa teman yang meninggal karena wabah ini.
Aplikasi Riliv


Cara Sederhana Tetap Sehat Mental di Tengah Pandemi Versi Saya

Meski mungkin keadaan dunia sedang tidak baik-baik saja namun hidup kita sebagai insan manusia harus terus berjalan kan. Kita tidak mungkin terkungkung dalam segala bentuk kecemasan yang tak beralasan.

Berikut cara sederhana dari saya agar tetap sehat mental di tengah pandemi:
  • Melakukan kegiatan yang bermanfaat dalam upaya mencari kesibukan
  • Lebih berpikiran positif dan hindari membaca berita yang belum tentu valid kebenarannya
  • Lakukan meditasi sederhana di rumah

Berkenalan Dengan Riliv, Aplikasi Meditasi Dalam Rangka Menjaga Kesehatan Mental

Mungkin pada sebagian orang akan bingung dengan konsep meditasi. Seperti apakah meditasi yang benar untuk mendapatkan hasil maksimal? Nah, jika Anda ingin mendapatkan hasil yang maksimal dari meditasi yang dilakukan, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah instal aplikasi meditasi online.

Pada kesempatan kali ini saya ingin memperkenalkan sebuah aplikasi meditasi sekaligus konseling online yang mungkin Anda butuhkan sewaktu-waktu untuk menenangkan hati serta batin di masa pandemi ini.

Aplikasi tersebut bernama Riliv. Riliv sendiri berdiri pada tahun 2015 sekitar bulan Agustus dimana merupakan gagasan dari tiga orang pemuda berstatus mahasiswa yang berasal dari Jawa Timur.

Adanya kecenderungan masyarakat untuk curhat di media sosial namun tanpa ada solusi yang jelas membuat ketiga pemuda tersebut menggagas suatu platform aplikasi yang bisa diunduh oleh semua orang sebagai ajang curhat dengan ahlinya yaitu dalam hal ini adalah psikolog.

Anda bisa mengklik tautan berikut https://bit.ly/rilivsekarang untuk install aplikasi ini. Ada satu program dari Riliv yang menarik untuk saya dan bisa kita lakukan bersama-sama nih, yaitu #HeningSejenak yaitu suatu meditasi online yang dilakukan agar diri kita lebih mudah mengontrol emosi, overthingking serta berntuk energi negatif lainnya dalam diri untuk dialihkan menjadi energi yang lebih positif.

Semoga artikel ini dapat membantu kalian yang sedang mencari referensi meditasi online untuk memberi ketenangan pada batin di saat pandemi ini.
Mariatanjungmenulis
Mariatanjungmenulis Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

Posting Komentar untuk "3 Cara Sederhana Agar Tetap Sehat Mental Di Tengah Pandemi"