Cara Mulai Usaha di Masa Pandemi Minim Risiko

Cara Mulai Usaha


Pernahkah Anda berpikir untuk mulai usaha di saat pandemi masih terjadi di sekeliling kita? Pasti ada rasa takut dan kuatir jika usahanya tidak membuahkan hasil. Jika Anda mulai usaha berjualan produk tertentu misalnya, maka di masa pandemi tentu timbul kekuatiran barangnya tak laris di pasaran.

Kekuatiran seperti itu wajar adanya mengingat Anda mungkin belum memiliki pengalaman di bidang usaha dan mencoba peruntungan bisnis. Yang perlu Anda miliki hanyalah keberanian dan tentu saja konsistensi agar usaha yang dirintis bisa berkembang bahkan melebihi ekspektasi.

Di saat pandemi ini kita tahu bahwa tidak mudah untuk mulai usaha baru. Bagaimana bisa? Anda dapat melihat, banyak bisnis yang sudah lama dibangun tiba-tiba saja harus tumbang karena pandemi. Hal inilah yang menyebabkan sebagian orang masih menahan dana mereka untuk membuka bisnis demi melihat prospek tidaknya di masa pandemi ini.

Lalu bagaimana jika Anda harus membuka usaha di masa pandemi dikarenakan menjadi orang yang terdampak. Anda terkena PHK misalnya, maka mau tak mau harus memikirkan cara untuk bertahan hidup. Apa lagi kalau tidak membuka usaha sendiri. Seperti yang kita ketahui mencari pekerjaan di masa pandemi itu sulit dikarenakan beberapa perusahaan sendiri mengalami penurunan omset akibat beberapa instruksi yang harus dipatuhi. Sebut saja, pembatasan perjalanan jauh bagi masyarakat, dilarangnya berkerumun dan beberapa kebijakan lainnya.

Namun life must go on sehingga kendala apapun yang terjadi di luar sana harus Anda taklukan apabila ingin mulai usaha, meskipun di masa pandemi. 

Tips Cara Mulai Usaha Minim Risiko

Cara mulai usaha di masa pandemi harus memiliki strategi tersendiri agar dapat bertahan dan justru menghasilkan profit yang sebesar-besarnya. Lalu bagaimana sih cara mulai usaha di masa pandemi agar minim risiko? Berikut hal-hal yang harus Anda perhatikan:

1. Tentukan Terlebih Dahulu Ingin Berbisnis Apa

Kenali kebutuhan pasar adalah cara terbaik bagi Anda memulai usaha di masa pandemi. Seperti yang kita ketahui pandemi mengubah pola hidup hampir seluruh lapisan masyarakat. Dari yang tadinya kita terbiasa berkumpul tatap muka maka sekarang pola tersebut bergeser menjadi pertemuan secara online. 

Dari situ kita bisa memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat kita. Pilihlah usaha yang benar-benar diperlukan oleh masyarakat selama pandemi. Sebut saja penjualan barang kebutuhan bulanan dan jasa pengiriman barang, dimana mungkin diminati oleh sebagian masyarakat selama pandemi.

Saran saya, pilihlah jenis usaha yang memiliki tingkat turnover yang tinggi dan dibutuhkan oleh masyarakat, agar prospeknya lebih menjanjikan. Jangan mulai usaha hanya sekedar ikut-ikutan dan tanpa persiapan yah, karena akan fatal apalagi jika Anda sudah telanjur mengeluarkan modal dalam nominal tertentu.

2. Hitung Budget Awal Untuk Modal Memulai Usaha

Dalam memulai usaha tentu setidaknya diperlukan modal untuk membeli barang yang kemudian dioleh menjadi barang yang akan dijual kembali. Bijaklah dalam menentukan budget berbisnis. Hal ini dimaksudkan agar Anda tidak kecewa manakala bisnis baru Anda belum atau tidak sesuai yang diharapkan.

Tentu saja seorang entrepreneur berharap akan mendulan keuntungan sebanyak-banyak ketika memulai usahanya. Namun kita tidak dapat memprediksi kondisi di lapangan manakala sudah mulai dijalankannya usaha tersebut.

3. Pilih Lokasi Strategis Dalam Menjalankan Usaha Tersebut

Usaha yang baru mulai akan Anda jalankan tentu perlu lokasi agar dapat dikenal oleh masyarakat luas. Jika usaha Anda menjual barang secara online, bisa jadi tidak memerlukan lokasi khusus. Anda bisa menjadikan rumah sebagai kantor dan gudang dalam menjalankan usaha tersebut.

Hal ini berbeda jika Anda membuka usaha dimana harus memiliki lokasi yang strategis. Misalnya saja Anda membuka warung makan maka pilih lokasi yang dapat dilihat oleh orang banyak agar banyak pengunjung yang datang. Misalnya Anda mendirikan warung makan di sekitar area perkantoran agar ketika waktu istirahat banyak pengunjung yang datang ke warung.

Perlu diingat, lokasi usaha tentunya juga memerlukan budget dengan nominal tertentu. Ada baiknya Anda memerlukan survey terlebih dahulu sebelum memutuskan hendak membuka usaha dimana.

4. Tentukan Target Market Serta Cara Pemasaran yang Efektif 

Memulai usaha tentunya Anda berharap dapat dikenal oleh masyarakat. Syukur-syukur bisnis Anda memiliki pelanggan tetap dan sering melakukan repeat order. Bagaimana agar bisnis Anda dikenal oleh masyarakat luas, maka jawabannya adalah lakukan pemasaran yang efektif. 

Sebagai contoh Anda membuka warung sembako di komplek perumahan Anda. Maka yang Anda lakukan adalah mengirimkan broadcast pesan singkat ke grup WhatsApp PKK misalnya kalau Anda memiliki warung sembako. Selain itu Anda juga dapat membuat brosur yang bisa disebar ke tiap rumah yang ada di komplek tersebut.

Penutup

Demikian sedikit penjelasan dari saya mengenai cara mulai usaha di masa pandemi agar minim risiko. Tentu saja semua hal yang kita lakukan di dunia ini akan memiliki risiko masing-masing. Namun besar kecilnya risiko bisa kita perkirakan dahulu sebelum memutuskan melakukan sesuatu.

Sama halnya dengan memulai usaha sendiri dimana Anda harus melakukan analisa sederhana agar usaha yang Anda rintis kelak bisa bertahan di tengan persaingan dengan kompetitor lain.

Selamat mencoba!

Maria Tanjung Sari
Maria Tanjung Sari Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini menerima kerjasama Content Placement. Jika ingin bekerjasama silahkan hubungi saya via email mariatanjung81@gmail.com atau direct message via Instagram @mariatanjungmenulis

Posting Komentar untuk "Cara Mulai Usaha di Masa Pandemi Minim Risiko"